Hamba Capek Ya Allah
Aku selalu bersyukur terhadap ketetapan allah,
aku selalu belajar ikhlas terhadap ketetapan allah,
aku selalu belajar ridho terhadap ketetapan allah,
tapi aku yakin aku belum sedikitpun melakukan itu semua
aku bahkan selalu merasa manusia paling bawah di dunia ini
aku yakin ini semuanya adalah hadiah dari allah untuk ku
dari kecil aku di tinggalkan oleh ibu kandung ku (kekurangan kasih sayang)
beranjak ke kanak-kanak dan dewasa di belenggu oleh pilih kasih dalam keluarga
setelah menikah di hantam habis-habisan oleh istri
semenjak aku menikah, aku berusaha membangun istana kecil yang menjadi tempat ternyaman ku
tapi aku berhalusinasi
ternyata setelah menikah itu bukan membangun istana melainkan aku masuk ke tempat yang berbeda meski rasanya sama saja
awal menikah aku menangis karna di tolak berhubungan
meneteskan air mata ku bukan karna di tolak, melainkan aku takut wanita yang kemaren aku berjanji di hadapan allah, di laknat oleh para malaikat
berjalanya waktu sering kali aku mendengar kata "yaudah cepetan" saat berhubungan, seketika runtuh lah nafsu ku
dia melayani semuanya, ya dia melayani dengan baik dan ramah
tapi inti dari melayani suami di atas ranjang justru membuat ku menjadi manusia yang selalu berdoa kepada tuhan ku " ya allah cabutlah nafsu ku", sejak awal menikah aku selalu berdoa seperti itu
dan akhirnya aku memuaskan diriku dengan onani, karna apa
karna menurutku berhubungan dengannya tidaklah menggairahkan bahkan onani jauh menggairahkan
aku bisa membayangkan
aku bisa sambil melihat apa yang ada di video
berbeda denganya
yang hanya diam telentang kaku,
semua apa yang ingin aku perbuat selalu di tolaknya
entah itu alesan sakit lah
ampun lah
ini lah itu lah
yang jelas dia memiliki cara untuk menolaknya
secara manusiawi laki-laki ingin berexploit tapi aku tertahan dengan itu semua
bahkan nafsuku sudah hilang semenjak malam pertama
aku bertahan bukan karna siapa pun,
tapi aku bertahan aku selalu berdoa kepada allah, agar allah mampu mengubahnya
pernikahan selama ini, aku masih menunggu semuanya yang indah seperti mereka yang romantis
siapa yang ga mau romantis
siapa yang ga mau hangat rumah tangganya
di awal-awal nikah akku selalu pulang sore, karna emang ingin bersama istri
saat ini aku selalu pulang malam, selain karna kerjaan, kuliah tapi karna aku ga mendapatkan tempat ternyaman
sekarang aku di tuntut itu semuanya olehnya
tanpa dia sadari dari pertama kali pernikahan sampai saat ini aku ga ada rasa bahagia
kenapa ga di omongin?
omongan mana yang enak untuk di dengar, ketika suatu kejujuran aku tuangkan
dia hanya memukuli dirinya sendiri, mungkin penyesalan
tapi aku yang takut dan khawatir akan hal ini
mulai saat ini jika ada perbuatan seperti itu kembali maka aku akan panggil keluarganya
aku sudah tidak mau lagi berhadapan dengan perilaku seperti itu
aku sudah tidak mau lagi debat jika seperti itu
aku lebih baik bohong dari pada jujur akhirnya dia menyakiti diri dia sendiri
ada tulisan ku tahun berapa aku lupa
dan itu ternyata terjadi, aku memiliki wanita selain dia
dia yang bisa melayani ku full service
ya aku tau aku dosa
ya aku tau aku zina
tapi aku selalu minta sama allah agar semua nya menjadi tanggung jawabku
ya aku tau salah
tapi sebelum aku melakukan hal itu
aku sudah mencoba kasih tau secara langsung bahkan sampai nangis
nyindir secara lisan
nyindir lewat status
tapi itu semuanya tidak berarti apapun
sekarang aku hanya bisa tabah dan ikhlas apapun kedepanya yang allah takdirkan untuk ku
bukan aku tidak sayang dan cinta
tapi orang yang aku sayang dan aku cinta, ternyata menjadi pemeran utama dalam menghancurkan segalanya